Memahami pilihan mesin fotocopy anda

Memahami pilihan mesin fotocopy anda

Analog atau Digital ?

Mesin fotocopy analog sebagian besar berasal dari masa lalu. Meskipun banyak kantor yang masih memakai mesin tersebut itupun mereka simpan di ruang belakang atau gudang, biasanya hanya dijadikan sebagai backup. Dengan cara yang sama download digital menggantikan kaset fisik, mesin analog telah gagal mengikuti perkembangan jaman bahkan kalah terhadap mesin fotocopy digital yang paling basic karena 2 alasan : produktivitas dan kualitas.

Banyak organisasi sekarang menggunakan komunikasi digital, apakah itu dikirim langsung ke individu menggunakan e-mail atau dikomunikasikan secara massal dengan menggunakan media sosial. Jenis komunikasi ini membutuhkan konten digital, bahkan jika barang yang sedang dibagi awalnya adalah cetakan fisik, itu perlu di digitalisasikan agar dapat menjangkau orang banyak atau individu yang dimaksudkan dengan cepat dan efektif.

Baca Juga: Harga Mesin Foto Copy

Untuk mempermudah proses ini, mesin fotokopi digital multifungsi termasuk kemampuan untuk scan, fax dan distribusi, apakah di sampai kan secara internal melalui internet, atau secara external ke individu melalaui e-mail. Dan untuk mempermudah proses, sebagian besar mesin fotocopy sekarang ini sudah termasuk hard drive besar yang menawarkan kapasitas hingga 80GB atau lebih dari built-in storage.

Perbedaan lainnya adalah kualitas, render grafis sering dibangun ke banyak mesin multifungsi, memungkinkan reproduksi yang tepat dari gambar yang rumit, skema atau karya seni. Fitur ini adalah salah satu dari banyak perkembangan berharga bagi  berbagai perusahaan karena memungkinkan mereka menghasilkan brosur berkualitas tinggi, presentasi, dan dokumen. Mesin fotocopy analog dapat menghasilkan resolusi gambar hanya sekitar 600×600 dpi di bandingkan dengan mesin digital yang memiliki resolusi 4800×600 dpi.

Plus, tergantung pada mesin, mesin fotocopy digital menawarkan tingkat control yang lebih luas. Dokumen dapat dikurangi hingga 25% dari ukuran awal dan diperbesar hingga 400% dari ukuran awal.  Batas umum untuk pengecilan dan pembesaran ukuran dokumen biasanya 50-200%

Baru atau Rekondisi ?

Salah satu pertanyaan utama yang di hadapi banyak pemilik usaha adalah apakah akan lebih efektif biaya jika membeli mesin baru atau rekondisi? Namun dengan biaya teknologi baru, perbaikan kinerja, dan kesulitan yang meningkat terkait dengan sulitnya menemukan sparepart dan toner untuk mesin tua, mesin fotocopy bekas mungkin bukan pilihan terbaik untuk bisnis anda.

Belum lagi biaya perbaikan dan pemeliharaan dan fakta bahwa sebagian besar mesin ini tidak dapat garansi. Anda dapat melihat berapa besar biaya yang dikeluarkan jika ada yang sesuatu yang terjadi.

Meski begitu, jika anda hanya membutuhkan mesin fotocopy untuk kebutuhan dasar saja, mesin fotocopy rekondisi adalah pilihan yang cukup baik untuk menghemat biaya.

Cek Juga: Paket Usaha Fotocopy

Beli atau Sewa ?

Ini adalah pertanyaan besar lain untuk banyak pemilik usaha dan salah satu yang sering di pertanyakan. Di satu sisi, sewa mungkin menawarkan insentif pajak, tapi juga dapat menclaim penyusutan dengan pembelian mesin.

Pertanyaan sebenarnya mengenai apakah harus beli atau sewa sebenarnya tergantung pada kebutuhan penggunaan. Luangkan waktu sejenak untuk memikirkan peningkatan dan penurunan produksi anda, serta setiap pertumbuhan bisnis yang diharapkan dalam satu sampai tiga tahun mendatang. Sekarang berapa banyak salinan yang rata-rata akan anda buat dalam sebulan?

Jenis Mesin Fotocopy Digital

Sangat  penting untuk memiliki pemahaman yang kuat tentang apa yang anda butuhkan dari mesin, apa jenis mesin fotocopy yang anda inginkan dan seberapa cepat mesin harus mampu menyelesaikan pekerjaan anda. Setiap pertimbangan ini akan memperbaiki pilihan yang tersedia untuk anda dan memiliki dampak yang cukup besar pada mesin fotocopy yang anda bayar.

Berikut beberapa jenis mesin fotocopy :

– Monochrome digital copier (black and white)

Jenis mesin paling murah di pasaran, mesin fotocopy monochrome menghemat bahan habis-pakai mahal yang dibutuhkan oleh mesin fotocopy warna – beberapa cartridge tinta adalah contoh utamanya. Mesin ini cenderung mengarah pada dasar-dasar fotocopy seperti menyalin, mengirim fax, dan scanning tanpa edit gambar.

Ideal untuk bisnis skala kecil dan aktivitas yang hanya membutuhkan penggunaan yang jarang, mesin monochrome menawarkan kecepatan cetak rata-rata 30-140ppm dengan kapasitas kertas mencapai 100 buah di tray dan 500 di kaset.

Simak Juga: Harga Mesin Fotocopy Canon

– Digital Color Copier

Mewakili sebuah langkah besar, mesin fotocopy digital color menawarkan kemampuan menampilkan resolusi tinggi dari berbagai bahan sumber. Saat ini semakin banyak digunakan oleh perusahaan, departemen dan professional bisnis. Mereka umumnya digunakan untuk membuat brosur berwarna, pamphlet, dan presentasi dengan resolusi berkiras 600x600dpi hingga 2400x600dp

Kecepatan rata-rata 40 hingga 90 ppm, dengan kapasitas kertas yang mulai sekitar 1000 lembar dalam tray dan 500 hingga 1500 lembar tambahan dalam kaset.

– All in one Copier (AIO)

All in one copier dasarnya mungkin model desktop, tetapi mungkin juga multifungsi. Ideal untuk bisnis atau toko kecil, mereka biasanya hanya mencakup fungsi dasar seperti cetak, scan, dan fax, resolusi yang dimiliki biasanya 300×300 dpi dan 1200×600 dpi untuk kecepatan output 19-30 ppm

– Mesin fotocopy multifungsi

ini adalah model yang paling popular di kalangan bisnis dari berbagai ukuran saat ini, yang memungkinkan mereka untuk tidak menggunakan peralatan dan tenaga kerja yang tidak perlu dengan menyediakan berbagai teknologi komunikasi. Semua model biasanya memiliki fungsi termasuk cetak, scan, dan fax. Tapi tergantung kebutuhan tingkat kualitas dan finishing yang dibutuhkan, dapat saja sangat berbeda.

Kunjungi Juga: Harga Mesin Fotocopy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *